Wednesday, November 26, 2014

Switching

Pertama kita buat dahulu topologinya lalu kita hubungkan dengan kabel

Lalu kita atur IPnya pada PC di IP configuration pada desktop


Selanjutnya kita coba ngeping


Selanjutnya kita masukkan perintah show mac-address-table untuk melihat mac addressnya


Sekarang kita mulai men setting dengan perintah conf t agar berubah menjadi static


Jika sudah kita cek kembali dengan perintah show mac-address-table






INSTALLASI NFS SERVER

Pertama kita buat dahulu topologinya, saya membuat topologi dengan menggunakan aplikasi GNS3. Kita mulai dengan memilih menu edit


Pada menu edit kita pilih dahulu preference


Selanjutnya pilih Virtualbox lalu kita tekan pilihan test setting, tunggu hingga ada
bacaan warna hijau muncul



Lalu setting virtualbox guestnya, pada server saya menggunakan system operasi debian dan pada client saya menggunakkan Open SUSE, lalu klik save



Jika sudah selesai di settings, tinggal klik saja apply lalu Ok


Selanjutnya pada menu edit kita pilih yang symbol manager


Pilih symbolnya terlebih dahulu, kita pilih symbol komputer dan server saja



Lalu pada customized node setting type symbonya kita ubah menjadi Virtualbox Guest setelah itu kita apply lalu OK



Lalu kita ke Browse All Device untuk membuat symbol (cloud, client, server dan switch)




Sebelum kita koneksikan dengan kabel, kita atur dulu cloudnya menjadi Host-Only lalu klik add dan OK


Selanjutnya kita koneksikan semua device dengan kabel UTP



Jika sudah selesai dikoneksikan lalu kita klik symbol Play


Setelah kita play akan muncul tampilan 2 user yang telah kita pilih untuk server dan client


Jika sudah masuk, terlebih dahulu kita atur IP pada Open SUSE nya yang terletak diYast



Lalu kita edit IP nya


Selanjutnya kita pilih kategori statically IP address, lalu kita atur IPnya


Setelah selesai atur IP kita klik add


Lalu kita isi as superusernya


Lalu klik Next

\

Lalu kita klik OK



Setelah selesai atur IP lalu kita masuk ke terminal, lalu kita masuk root terlebih dahulu dengan perintah SU. Setelah masuk ke root kita ping apakah sudah terkoneksi


Sekarang kita ke servernya dan masuk ke root



Bila sudah masuk ke root kita install NFS nya dengan perintah apt-get install nfs-kernel-server


Lalu masukkan CD/DVD binary 1


Tahap install pun selesai



Setelah itu kita buat folder pada dengan perintah mkdir(nama folder)


Masukkan perintah nano /etc/exports lalu enter



Pada bagian paling bawah kita tambahkan perintah /(folder yang telah dibuat) IP client /24(rw,no_root_squash,no_subtree_check,async)


Setelah kita tambahkan perintah tadi lalu kita restart dengan perintah /etc/init.d/nfs-kernel-server restart agar konfigurasinya tersimpan


Sekarang kita balik ke clientnya yaitu open SUSE, lalu kita ke terminal dari Open SUSE


Sama seperti sebelumnya kita buat folder terlebih dahulu dengan perintah mkdir /(nama folder)


Lalu kita sharing filenya dengan perintah mount(IP server):/folder server /folder client


Untuk mengecek apakah file sudah berhasil disharing yaitu dengan memsukkan perintah df -h


Wednesday, November 19, 2014

NETWORK FILE SYSTEM ( NFS )

      Network File System (NFS) merupakan protokol sistem file jaringan yang awalnya dikembangkan oleh Sun Microsystem pada tahun 1984. Dengan menggunakan NFS, komputer di jaringan dapat mengakses hard disk di kom[puter lainnya seolah di hard disk komputer sendiri. NFS dikembangkan berbasis pada sistem Open Network Computing Remote Procedure Call(ONC RPC).
      NFS merupakan sebuah protokol sharing yang menggunakan paradigma client server. Jadi untuk menggunakan NFS, perlu adanya server yang akan memungkinkan folder di share dan client yang di gunakan untuk mengakses folder.


Keuntungan dari NFS
  • Penggunaan NFS tentunya membawa keuntungan bagi organisasi yang mengimplementasikannya , diantaranya :
  • Workstation lokal dapat menggunakan space storage yang lebih sedikit karena data yang sering diakses oleh banyak orang  atau yang memakan banyak space dapat disimpan dalam NFS Server dan tetap dapat diakses oleh banyak orang.
  • Tidak perlu dibuat direktori Home yang terpisah ditiap workstation. Direktori Home untuk setiap user dapat dibuat di NFS Server dan tiap user dapat mengaksesnya melalui jaringan.
  • Penggunaan NFS memungkinkan manajemen yang tersentralisasi. Manajemen yang tersentralisasi ini dapat mengurangi pekerjaan administrator dalam melakukan back-up  dan menambahkan software yang digunakan banyak orang.

Kelemahan NFS

Pada NFS client terlihat lambat karena proses membaca dan menulis  pada storage membutuhkan waktu yang lebih lama. Jika File System yang di ekspor sedang tidak tersedia ketika sebuah client mencoba melakukan mount , sistem dari client akan crash, meskipun permasalahan ini dapat dikurangi dengan menggunakan mount yang spesifik. Dan karena NFS itu tersentralisasi jika storageyang di-mount oleh berbagai client tiba-tiba crash karena suatu sebab , maka tidak akan ada yang dapat mengakses storage tersebut.
NFS juga memiliki permasalahan dalam keamanannya, karena NFS didesain dengan asumsi jaringannya itu aman. Kelemahan utama dari keamanan dari NFS ialah NFS itu berdasarkan RPC , yang tidak lain merupakan target utama dari serangan. Hal ini dapat menyebabkan informasi yang seharusnya tidak di-mount menjadi terekspos di internet yang berada di dalam Firewall maupun diluar.

Network Operating System

Sistem Operasi Komputer  (bahasa Inggris: operating system ; OS) adalah perangkat lunak komputer atau software yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras dan juga operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah data yang bisa digunakan untuk mempermudah kegiatan manusia. Sistem operasi mempunyai penjadwalan yang sistematis mencakup perhitungan penggunaan memori, pemrosesan data, penyimpanan data, dan sumber daya lainnya.


Network Operating System (Sistem operasi jaringan) adalah sebuah jenis sistem operasi yang ditujukan untuk menangani jaringan. Umumnya, sistem operasi ini terdiri atas banyak layanan atau service yang ditujukan untuk melayani pengguna, seperti layanan berbagi berkas, layanan berbagi alat pencetak (printer), DNS Service, HTTP Service, dan lain sebagainya. Semua fasilitas yang memanfaatkan Web memerlukan network operating systems (NOS), yaitu sistem operasi komputer untuk server, atau sebuah program dasar yang memungkinkan berjalannya server pada sebuah sistem client/server. Sistem Web itu sendiri memang berbasis pada skema client/server. Contoh dari NOS adalah Windows Server, Linux, dan berbagai variasi UNIX.

NOS ini dirancang untuk menyediakan sumber daya jaringan untuk klien:
  •  Server aplikasi, seperti database bersama
  •  Sentralisasi penyimpanan data
  •  Direktori layanan yang menyediakan repositori terpusat account pengguna dan sumber daya pada jaringan, seperti Active Directory
  • Jaringan Antrian cetak
  • Jaringan akses dan keamanan
  • Redundant sistem penyimpanan, seperti RAID dan backup

Jaringan sistem operasi menyediakan beberapa protokol yang dirancang untuk melakukan fungsi jaringan. Protokol-protokol ini dikendalikan oleh kode pada server jaringan. Seperti yang ditunjukkan pada Gambar1, protokol yang digunakan oleh sistem operasi jaringan menyediakan layanan seperti web browsing, transfer file, e-mail, resolusi nama, dan IP pengalamatan otomatis.